Sunday, June 3, 2018

Ini lho 5 definisi seksi versi cowok, cewek wajib baca

Bagi cowok sejati, seksi punya makna lain yang lebih mendalam.
foto: shutterstock.com
Brilio.net - Sekali mendengar kata seksi, kamu pasti berpikiran bentuk fisik, baju terbuka, gerakan tubuh aduhai, dan yang lain-lain. Eits, seksi nggak bisa diukur dari fisik semata. Kalau cowok melihat seksi dari fisik semata, cewek bisa langsung kabur. 

Bagi cowok sejati, seksi punya makna lain yang lebih mendalam. Nggak cuma cantik, keseksian inner beauty bisa bikin cowok jatuh hati. 

Jauh dari kesan vulgar, seksi malah bisa jadi kualitas wahid agar cewek dilirik cowok. Pribadi smart dan penampilan berkelas jadi definisi seksi bagi cowok yang manly. Cowok tipe seperti ini nggak cuma melihat cewek dari pakaian atau bentuk tubuh. Bagi mereka, personality dan inner beauty jadi sesuatu yang nggak bisa ditolak. 

Mulai dari cara berjalan, hingga kebiasaan makan bisa jadi sesuatu yang seksi dan menarik perhatian. Seksi bisa juga terlihat dari cara si cewek berbicara. Punya kelas dan tahu bagaimana cara bersikap bisa bikin cewek makin terlihat menarik di mata cowok.

Nah, dari beragam faktor tadi, kira-kira apa saja sih seksi itu? Khusus untuk kamu, berikut brilio.net ulas lima definisi seksi menurut cowok, Rabu (9/5). 

1. Percaya diri.
foto: shutterstock.com
Nggak sembarang percaya diri, cewek harus bisa maju ke depan saat menyelesaikan masalah. Cara yang sigap dan percaya pada kemampuan diri dalam menghandle masalah, membuat cewek semakin berkarisma. 

Cowok mana sih yang tahan sama cewek cekatan mengatasi masalah? Cewek seperti ini yang cocok jadi partner bersama dalam melewati segala tantangan. 

2. Passionate.
foto: shutterstock.com
Punya motivasi tinggi terhadap sesuatu yang ditekuni jadi kualitas seksi bagi cewek. Mulai dari karier sampai hobi, passion bisa bikin engagement seseorang makin erat dengan apa yang dia lakukan. 

Cowok bakalan semakin mendukung jika si cewek punya passion membara. Nggak perlu muluk-muluk, hal kecil seperti nggak membuang sampah sembarangan bisa jadi passion yang bikin cowok makin terkesan. 

3. Bersikap baik pada orang lain.
foto: shutterstock.com
Cowok suka cewek yang supel dan enak dijadikan teman. Bersikap baik pada siapa pun bisa bikin cewek jadi makin dilirik. Makin terlihat seksi dan menarik jika si cewek punya gaya yang berkelas dalam memberikan bantuan ke sesama. Kamu bisa memulainya dari hal kecil seperti peduli terhadap teman sekitar walaupun lagi sibuk sampai ikutan voluntering di kegiatan sosial. 

4. Menginspirasi orang lain.
foto: shutterstock.com
Gaya berbeda dari yang lain dan punya prestasi gemilang jadi definisi seksi paling menarik. Kamu nggak perlu muluk-muluk seperti harus menangin sebuah penghargaan. Hal remeh seperti rajin bangun pagi dan makan teratur bisa menginspirasi orang lain. Mulai dari hal kecil, hal inspiratif ini bisa menambah poin keseksianmu di mata cowok. 

5. Smart.
foto: shutterstock.com
Pengetahuan luas dan bisa menganalisis dengan baik jadi definisi seksi yang paling sering dicari cowok. Dengan smart, cowok nggak akan bosan saat ngobrol sama cewek.
Berbagai bahan obrolan dari masalah politik sampai tema keseharian bisa jadi menyenangkan jika ceweknya smart. Terlihat smart bisa bikin si cowok jatuh hati.

Friday, June 1, 2018

Cerita Nyata Yang sangat Sedih dan Mengharukan

”Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus”

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkimpoianku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!.

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.


RATUJUDIQQ

Thursday, May 31, 2018

Viral, Kisah Cewek Naik Angkot Pakai Baju Motif Bunga Matahari ini bikin ???

Perempuan ini bagikan pengalaman naik angkot pakai baju motif bunga matahari, akhirnya menyesal.Banyak orang lebih memilih menggunakan transportasi untuk bepergian.Tak hanya lebih praktis, naik angkutan umum juga dianggap lebih ekonomis.Saat naik kendaraan umum, setiap penumpang harus mematuhi peraturan yang ada.Tak hanya itu, mereka juga harus mau berbagi tempat duduk dengan penumpang lainnya.Belakangan, kisah seorang perempuan saat naik transportasi umum jadi viral.

Rose Ann Pasquin Cabalum membagikan pengalamannya melalui akun Facebook-nya pada Jumat (25/5/2018)Kejadian berawal saat Rose bepergian naik transportasi umum bernama jeepney.

Viral, Kisah Cewek Naik Angkot Pakai Baju Motif Bunga Matahari ini bikin ???

Saat itu Rose memakai off-shoulder dress dengan motif bunga matahari.Baju tersebut berwarna hitam dengan motif bunga matahari yang di seluruh bagian.Motif bunga matahari ini memang sedang trend di Filipina.Motif tersebut bisa ditemui dalam berbagai barang, mulai dari baju hingga celana.Tapi, saat Rose naik jeepney, dirinya dibuat malu gara-gara baju yang ia pakai.Melalui foto yang diunggah, Rose tampak duduk di antara 2 orang wanita.Motif bajunya tampak begitu menonjol di antara penumpang jeepney.Namun, jika dicermati, ternyata 2 wanita di sisi kanan dan kirinya juga memakai baju dengan motif yang sama.Dua wanita tersebut juga memakai dress warna hitam dengan motif bunga matahari.


Viral, Kisah Cewek Naik Angkot Pakai Baju Motif Bunga Matahari ini bikin ???

Bahkan, wanita yang duduk di sisi kiri Rose memakai model baju sama yaitu off-shoulder dress.Melalui caption, Rose mengimbau agar orang-orang tak membeli baju dengan motif tersebut.Tak hanya itu, dirinya mengaku kapok dan tak akan lagi memakai baju motif bunga matahari.

Banyak netizen menganggap kejadian ini lucu.

Cherry ILao Jeckat Cabrieto: "HAHAHAHHAHAHAHAHA YA TUHAN CANGGUNG!"
Vina Fauline S. Umali: "Haha. Level canggung 100."
Khamyl Cassandra Cadiente: "KATAKAN TIDAK UNTUK BUNGA MATAHARI."

Tak sedikit netizen setuju untuk berhenti memakai baju dengan motif tersebut agar kejadian ini tak terjadi lagi.Mengikuti tren tentu hal yang buruk, tapi kamu tentu menghindari Cumiai baju yang sama dengan banyak orang seperti Rose.
Apa kamu pernah mengalami kejadian serupa? 

RATUJUDIQQ

Wednesday, May 30, 2018

[HOT & SEXY] 6 Artis Indonesia Hobi Unggah Foto Seksi di Instagram

Bagi para artis Indonesia bertubuh seksi adalah modal awal mereka berkarier di dunia hiburan tanah air. Lekuk tubuh indah mereka bahkan lebih sering dibahas daripada karya atau prestasi mereka.

Tak hanya di catwalk, film, atau majalah pria dewasa, beberapa seleb Indonesia sering memperlihatkan tubuh seksinya lewat media sosial Instagram. Mereka memposting foto-foto yang belum pernah dimuat oleh media.

Bahkan sering kali foto-foto yang mereka unggah itu banjir kritikan lantaran dinilai terlalu ‘terbuka’.

Berikut ini 6 artis Indonesia yang sering mempertontonkan keindahan tubuhnya di Instagram.

1. Pevita Pearce

[HOT & SEXY] 6 Artis Indonesia Hobi Unggah Foto Seksi di Instagram

Pevita Pearce memang tak perlu Anda ragukan lagi kecantikan dan keseksiannya. Bahkan pada 2013 lalu, gadis 22 tahun ini masuk daftar wanita paling seksi menurut majalah pria dewasa.

Artis yang bernama lengkap Pevita Eileen Pearce ini sering menjalani pemotretan yang memamerkan lekuk indah tubuhnya. Ia juga kerap mengunggah foto-foto seksinya pada akun Instagram @pevpearce yang memiliki lebih dari 1 juta followers.

2. Nikita Mirzani

[HOT & SEXY] 6 Artis Indonesia Hobi Unggah Foto Seksi di Instagram

Bertubuh seksi membuat Nikita Mirzani percaya diri dan sering mempertontonkan kemolekan tubuhnya lewat Instagram. Foto seksi dengan berbagai pose dan pakaian pun diunggah oleh artis yang juga gemar men-tato tubuhnya ini.

Lewat akun @nikitamirzani, artis yang sudah membintangi 11 film ini telah mengunggah lebih dari 100 foto yang juga kerap banjir kritikan dari para followernya.

3. Shinta Bachir

[HOT & SEXY] 6 Artis Indonesia Hobi Unggah Foto Seksi di Instagram

Shinta Bachir memang terkenal sebagai bintang film horor panas. Berbagai film telah ia bintangi, seperti Pulau Hantu 3 hingga Dendam Dari Kuburan.

Saat beradegan di dalam film, wanita yang pernah menikah siri dengan mantan Kapolda Metro Jaya ini kerap memakai busana seksi seperti di Pulau Hantu 3.

Tubuh seksinya tak hanya dipamerkan lewat film, tapi juga lewat akun Instagramnya, @shintabachir.

4. Jessica Mila Agnesia

[HOT & SEXY] 6 Artis Indonesia Hobi Unggah Foto Seksi di Instagram

Artis pendatang baru yang namanya terkenal lewat peran di sinetron Ganteng Ganteng Serigala ini juga hobi mengunggah foto-foto seksinya.

Jessica Mila memposting foto-fotonya lewat akun Instagram @jscmila yang memiliki lebih dari 600 ribu followers.

5. Bella Shofie Nasution

[HOT & SEXY] 6 Artis Indonesia Hobi Unggah Foto Seksi di Instagram

Nama Bella Shofie Nasution mulai melambung usai ia menjuarai ajang putri kecantikan di Medan pada tahun 2008. Sejak itulah, bintang film Sarang Hantu Jakarta ini mulai terjun ke dunia entertainment di Indonesia.

Gadis kelahiran 1990 ini juga sering menjalani sesi foto dengan mengenakan busana seksi. Foto-foto itu ia unggah di akun Instagram @bellashofie.

6. Tyas Mirasih

[HOT & SEXY] 6 Artis Indonesia Hobi Unggah Foto Seksi di Instagram

Model sekaligus aktris Tyas Mirasih sering mengenakan busana seksi saat berakting. Salah satunya ketika ia membintangi film Air Terjun Pengantin.

Pada film yang diproduksi tahun 2010 itu, mantan finalis Gadis Sampul ini terlihat seksi ketika memakai bikini. Lekuk tubuh indahnya ternyata tak hanya ditunjukkan lewat film, tapi juga lewat akun Instagram @tyasmirasih.


RATUJUDIQQ

Tuesday, May 29, 2018

Cerita Cewek Cantik Berambut Sebahu yang Dibotaki Sendiri

Bagi wanita rambut ibarat mahkota yang harus selalu dijaga dan dirawat. Maka tidak heran, jika produk perawatan rambut wanita jauh lebih banyak dan bervariasi, terutama bagi mereka yang memiliki rambut panjang.
Mereka juga akan sesekali pergi ke salon agar rambutnya tetap indah dan sehat. Sedikit sekali wanita yang menginginkan rambut pendek bahkan botak. Tetapi ternyata, masih banyak wanita yang menginginkan memiliki kepala botak.
Salah satunya wanita cantik yang satu ini, yang memiliki rambut sebahu. Ternyata ia memiliki keinginan membotaki kepalanya, dan dengan berat hati ia pun merekam saat-saat alat cukur rambut menghabisi rambutnya. Seperti apa reaksinya?

Ratujudiqq